Judul: Noto (Tragedi, Cinta & Kembalinya Sang Pangeran)
Penulis: Prijono Hardjowirogo
Jenis Buku: Fiksi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Pertama juli 2014
Tebal: 342
ISBN 978-602-03-06513
Prijono Hardjowirogo adalah seorang penulis yang lahir di solo, jawa tengah, pada 25 mei 1948. Dia adalah tamatan dari Long Island University dan University Of California, Los Angeles, dalam bidang filsafat ilmu pasti. Saya menebak bahwa buku ini juga terinspirasi dari latar belakang kehidupan penulisnya sendiri. Seperti yang ada dalam buku ini, yang sangat kental dengan tradisi dan budaya kerajaan solo dan mataram. Tempat di mana Prijono Hardjowirogo dilahirkan.
Selain itu, banyak tokoh dalam cerita yang berpendidikan tinggi dan biasanya bersekolah di sekolah luar negeri yang membuat saya berpikir bahwa buku ini bisa jadi terinspirasi dari jalan hidup sang penulis sendiri.
Di awal cerita dimunculkan sebuah tragedi di keluarga Noto. Rumah sederhana Noto yang berada di Boyolali hangus terbakar dan merengut nyawa kedua orang tuanya. Untungnya, Noto berhasil selamat dari kejadian tersebut. Dia pasti sangat kehilangan keluarga sederhananya itu. Kemudian ia dirawat oleh keluarga jauhnya yang ada di Solo. Keluarga yang cukup kaya dan terpandang.
Dalam masa awal Noto tinggal di Solo, Solo sedang dipenuhi oleh konflik-konflik pemberontakan. Hal itu membuat Noto yang masih berusia remaja sudah harus melihat hal-hal yang tidak diinginkan.
Namun konflik yang terjadipun semakin lama semakin mereda. Noto mulai hidup dengan normal dan menjadi pemuda yang mandiri serta cerdas. Noto memiliki budi pekerti yang baik dan patut dicontoh. Di usia remajanya juga, Noto merasakan perasaan cinta kepada lawan jenis.
Cerita cinta Noto kepada sang putri kerajaan yang menjadi penari dari kerajaan mataram. Cinta Noto kepada seorang gadis muda yang telah bersuami. Dan cinta Noto dengan Mbak Puji seorang wanita yang belum menikah di usianya yang sudah beranjak tua karena prinsipnya.
Noto telah menjadi pengusaha di usia muda bahkan sebelum dia lulus dari Sekolah SMA. Walaupun Noto sudah memiliki perusahaan besar dan sukses, setelah dia lulus dari sekolah SMA-nya dia memilih untuk mengikuti AKMIL dan lulus menjadi seorang tentara.
Setelah lulus menjadi seorang tentara dengan lulusan terbaik, Noto mulai ditugaskan ke daerah-daerah yang sedang konflik. Kepintaran dan kebijaksanaan Noto tertuang di sini.
Pulang dari masa tugasnya, cerita siapa Noto sebenarnya dan siapa jati diri asli orang tuanya mulai terungkap perlahan. Sebuah kebetulan dan takdir membawa Noto kembali kepada keluarganya.
Cerita ini sangat menarik. Penilaian saya berawal dari sampul buku ini. Sangat indah dan berestetika. Membuat siapapun yang lewat tertarik dengan buku ini walaupun hanya sekedar mengagumi lukisan yang tampak pada sampul.
Cerita yang dibawakan dalam buku ini sangat kental dengan tradisi dan budaya dari dua kerajaan yaitu solo dan mataram. Di dalam buku ini juga dihadirkan bahasa jawa pada dialog-dialog para tokoh. Namun tenang saja, kita masih bisa dibuat mengerti percakapan dari narasi yang diberikan. Buku ini sangat bernilai seni dan budaya Indonesia tanah air tercinta kita ini.
Banyak hal-hal yang dapat kita petik dari cerita dalam buku ini. Banyak pesan-pesan yang dapat kita ambil dan kita terapkan dalam kehidupan kita. Tapi, tentu saja ada sikap atau perlakuan Noto sendiri yang patut kita hindari. Karena tidak ada tokoh yang sempurna. Pasti ada kurangnya.
Seperti halnya seorang tokoh atau individu yang mempunyai kelebihan serta kekurangan, buku ini juga memiliki beberapa kekurangan. Seperti penggunaan tanda petik dan pergantian paragraf yang membuat kebingungan.
Saya membaca buku ini melalui aplikasi digital Ipusnas. Dalam versi digital, ukuran huruf agak kecil. Namun itu bukanlah suatu masalah yang serius.
Menurut saya, ending yang diberikan tidak terlalu mengesankan bagi saya. Biasa-biasa saja gitu. Tapi inilah jalan cerita. Yang terpenting adalah pesan dan makna yang bisa kita ambil dan rasa greget ketika membaca perjalan Sang Pangeran Notoadijoyo.

Komentar
Posting Komentar