Wonder Woman dan
Monster Api
(cindy melani putri)
Hari ini
kita mendapatkan tugas kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam mengenai
kalor. Kami membawa beberapa alat untuk bahan praktek yang berhubungan dengan
api salah satunya adalah Spiritus. Tapi sayangnya, hari ini pak Joko selaku
guru Ilmu Pengetahuan Alam kami tidak masuk.
Kami seluruh
anak murid kelas 6B merasa sangat kecewa. Padahal, kami sudah semangat untuk
melakukan praktek, tapi pak Joko justru tidak masuk. Oleh karena ketidak
hadirannya kelas kami jadi menganggur selama jam pelajarannya. Kelas menjadi
ramai dan tidak terurus.
Ada satu
murid yang melakukan sesuatu hal diakibatkan kerenggangan yang terjadi di kelas
kami. sekelompok anak laki-laki yang selalu berbuat yang aneh-aneh. Mereka
mengelilingi meja yang terdapat banyak sekali bahan praktek. Mereka
bermain-main dengan bahan-bahan itu. Melakukan percobaan prakteknya sendiri dan
tiba-tiba bunyi suara ledakan ‘duarrrrrr’.
Suara
ledakan itu terdengar berasal dari mereka. Satu kelas yang tadinya ramai sepi
sejenak dan selang beberapa detik ramai kembali dengan suasana yang riuh ketakutan.
Meja yang sedari tadi mereka kelilingi terbakar oleh merahnya api.
Suara dari
ledakan itu sepertinya terdengar sampai ke kelas lain. Guru yang sedang mengajar
di kelas sebelah datang ke kelas kita, bu Nur. Dengan aksi heroiknya itu
memadamkan api dengan sajadah yang sedari tadi dia gantung di lehernya. Seperti
seorang wonder woman yang akan memusnahkan monster api yang menyerang seisi
penduduk kota. Meja yang terbakar itu menjadi berlubang karena hangus dilalap
si jago merah. Tidak hanya meja saja yang terbakar tapi begitu juga dengan
beberapa buku dan bagian kecil gorden.
Buku LKS
yang tebakar itu dia ambil dan menginjak-injaknya ke lantai sampai apinya padam.
Salah satu anak yang berani melawan api membantu memadamkan api di sisi gorden.
Seisi kelas ricuh akan kejadian itu. Semuanya berhamburan keluar kelas.
Karena ulah
bodohnya itu, ada satu dari mereka yang menjadi korban, mukanya terbakar akibat
ledakan yang diduga berasal dari spiritus. Akibatnya dia harus dibawa kerumah
sakit dan dirawat selama kurang lebih sebulan lamanya.
Kejadian itu
benar benar menggemparkan sekolah. Bahkan kejadian ini sudah menyebar hingga ke
sekolah lain. Tapi walaupun begitu orang tua dari pihak korban tidak menuntut
sekolah sebagai pihak yang salah. Karena ini pun juga kesalahan dari anaknya
sendiri.
Mungkin
kalau saja bu Nur tidak datang dengan cepat, mungkin besok kami tidak akan bisa
sekolah lagi dikarenakan sekolah kecil kami hangus terbakar oleh ganasnya si
monster api. Karena kejadian itu sangat membuat kami semua panik, peristiwa itu
tidak bisa kami lupakan. Dan karena ini kami jadi belajar untuk lebih
berhati-hati saat melakukan sesuatu dan tidak macam-macam dengan bahan-bahan
kimia yang berbahaya tanpa pengawasan dari orang dewasa yang lebih tau.
Kami semua
meminta maaf pada bu Nur. Dia berkata, “lain kali, kalau ada tugas yang praktek
apalagi yang memakai bahan-bahan berbahaya seperti ini jangan dibuat main-main
tanpa ada guru yang mendampingi. Kalian mengerti?”
“mengerti
bu,” jawab kami semua. Dia berbicara dengan sangat berwibawa. Sedangkan teman
kami yang sedang menjadi korban itu sedang dalam perjalanan kerumah sakit.
Kami
melanjutkan jam pelajaran selanjutnya dengan guru lain. Demikian kisah dari
guru kami yang kami sebut ‘wonder woman dan monster api’
Komentar
Posting Komentar